Selasa, 01 November 2011

komunikasi modern


Dalam melaksanakan tugasnya para praktisi humas dibantu dengan beragam media dan teknologi yang dapat membantu mereka menciptakan, mengirim, dan melacak komunikasi yang efektif dan efisien diantara para pekerja dan klien perusahaan. Sejak tahun 1990, seorang humas profesional selalu menggunakan media seperti news release, pitch letters dan press kits untuk membantu tugas-tugas mereka.

Namun perkembangan teknologi ikut mengembangkan media-media konvensional tersebut menjadi media yang lebih modern yang mengandalkan komunikasi lewat audio, video dan komputer. Perkembangan tersebut memberikan mereka kemudahan untuk menjangkau banyak orang secara lebih personal dan langsung.
Berikut ini adalah beberapa teknologi yang membantu seorang humas profesional dalam melaksanakan tugasnya yang dapat melengkapai dan/atau menggantikan media-media konvensional

Fenomena ini cukup menarik, orang sekarang akan dengan mudah mendapatkan forum sebagai tempat untuk mengekspresikan apa keinginannya. Bahkan usul/kritik, sarannya pun kini dengan mudah dikemukakan dengan bergabung dalam suatu group. seperti contoh adalah group dukungan terhadap kasus pritta mulyasari dengan dakwaan pencemaran nama baik oleh salahsatu rumah sakit di Tangerang, para facebooker dengan semangat yang luar biasa mendukung agar pritta dibebaskan dari dakwaan pada medio tahun 2009 yang lalu.

Pada saat inipun, ditengah permasalahan cicak vs buaya yang menggambarkan tentang permasalahan antara KPK dengan pihak lain (baca; kepolisian RI), muncul group dukung KPK atau dukung bibit-chandra. terlepas dari kasus yang saat ini sedang berjalan, yang jelas facebook muncul menjadi media modern yang sangat berpengaruh sebagai tempat diskusi, curhat, menggalang dukungan, bahkan menggalang dana pun dapat dilakukan melalui facebook.

Sungguh, facebook yang diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg yang awalnya dibuat sebagai wahana untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard, kini telah menjelma dan menjamur menjadi media komunikasi modern hingga diseluruh pelosok tanah air di Indonesia.

Sarana media lainnya selain internet adalah digital video recorders (DVR). DVR memberikan pelanggan kendali terhadap program yang akan mereka tonton termasuk melewatkan jeda iklan, dan meneruskan program tanpa terganggu iklan. Hal ini memicu timbulnya advertainment dimana sebuah produk yang akan diiklankan secara implisit diletakkan di dalam sebuah program favorit. Dengan begitu, khalayak tidak akan melewatkannya karena iklan berada di dalam acara yang mereka tonton.

Sebagai contoh, adalah kemunculan moment dalam kompetisi Indonesian Idol yang kemudian setelahnya disebutkan bahwa momnet tersebut dipersembahkan oleh sebuah produk. Atau melalui penempatan produk minuman merek tertentu di meja juri, sehingga ketika juri sedang memberikan komentar mau tidak mau produk tersebut terlihat oleh khalayak dan tidak bisa melewatkan adanya iklan ?terselubung? ini.

Selain itu perkembangan teknologi juga memberikan sentuhan baru pada penggunaan media iklan konvensional seperti baliho atau poster. Namun, poster atau baliho saat ini tidak hanya mengandalakan dari pencetakan dia ats kertas, kain atau bahan lainnya. Poster atau baliho digantikan oleh layar televisi dengan teknologi khusus yang sedemikian rupa sehingga bisa menampilkan gambar bergerak yang mempromosikan produk tertentu. Ini disebut digital imaging technology. Selain dipasang di jalan, teknologi periklanan in ijuga diletakkan di tempat-tempat tertentu, biasanya di arena olahraga. Kita pasti sering melihat di arena olahraga seperti basket atau sepakbola terdapat layar besar yang secara berkelanjutan dan bergantian menampilkan berbagai produk yang mensponsori pertandingan tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar